Sejarah Lampu Listrik

Sejarah Lampu Listrik

BACA JUGA : Lampion Terbang

Lampu Listrik Tua

Sekitar waktu yang sama dengan minyak dan minyak tanah untuk menyalakan lampu, sebuah sumber listrik baru mulai muncul – energi listrik. Ini akan mengubah dunia dan memiliki dampak besar dalam bagaimana kita menerangi dunia di sekitar kita.

Akar lampu listrik kembali ke awal abad ke-19. Sir Humphry Davy, ahli kimia dan penemu, pada saat itu, baterai paling kuat di dunia dan pada tahun 1802, membuat lampu pijar pertama dengan cara melewati arus listrik melalui platinum strip sebagai filamen, yang digunakan karena memiliki titik lebur yang sangat tinggi. Itu tidak berlangsung lama dan juga memberi terlalu banyak cahaya tapi itu adalah percikan yang menyulut gagasan 20 dan beberapa penemu sampai kami mendapatkan lampu pijar komersial pertama yang layak dipasarkan. Pada 1809 Sir Humphry Davy membuat lampu busur pertama yang juga menjadi dasar salah satu dari tiga jenis lampu listrik. Setelah itu berbagai penemu bereksperimen pada berbagai aspek lampu listrik. Mereka mengubah filamen, atmosfir di mana filamen dibakar dan ditutupi lampu, semuanya untuk mendapatkan lampu tahan lama yang memberi cukup cahaya dan bisa menahan suhu tinggi. Pada tahun 1870-an, Sir Joseph Swann dan Thomas Edison, secara independen satu sama lain, membuat lampu listrik pertama yang bisa bertahan lebih lama dari beberapa jam dengan menggunakan filamen karbon dalam ruang hampa udara. Itu memberi lampu listrik yang terbakar dengan cahaya lebih kuat dan bisa bertahan lebih dari 1200 jam. Perbaikan selanjutnya menggunakan filamen tungsten dan atmosfir gas inert yang memberi cahaya lebih terang dan bertahan lebih lama karena gas mengurangi penguapan tungsten. Lampu listrik pertama kali digunakan hanya oleh beberapa tapi pada saatnya mereka menggunakan lebih luas dan pada tahun 1885 diperkirakan sekitar 300.000 lampu hanya dijual di Amerika Serikat. Lampu listrik tersebar di seluruh dunia dan bertahan sampai hari ini dengan berbagai kegunaan, mulai dari rumah hingga industri hingga penerangan jalan. Selain lampu listrik yang menggunakan arus listrik dari jaringan listrik kita memiliki lampu listrik yang menggunakan baterai dan oleh karena itu – portabel yang melebar penggunaannya bahkan lebih.

Baca Juga:  Tips Efisien Memberantas , Mencegah dan Mengatasi hama Rayap

Lewat sejarah, ada banyak varian lampu listrik tapi, seperti yang kita katakan sebelumnya, ada tiga tipe dasar:

– Lampu pijar. Mereka memiliki filamen dimana arus listrik dilewatkan yang memanaskan filamen yang kemudian memancarkan cahaya. Filamen tertutup dalam bola kaca yang memiliki atmosfer rendah dari gas inert yang mencegah filamen terbakar.

– Lampu busur karbon yang bekerja berdasarkan prinsip kerusakan dielektrik. Lampu busur memiliki dua elektroda karbon yang ditempatkan pada jarak kecil satu sama lain dan terhubung dengan voltase tinggi. Udara di antara keduanya berubah menjadi konduktor di bawah tekanan tegangan tinggi dan setelah kerusakan dielektrik dan aliran listrik dibuat yang terbakar dengan cahaya yang kuat.

– Lampu pelepasan gas dibuat seperti tabung yang memiliki elektroda pada kedua ujungnya dan diisi dengan uap yang bisa diionisasi dan dengan itu bisa melewati arus listrik dan memancarkan cahaya. Lampu neon dan neon adalah lampu pelepasan gas dalam penggunaan terluas.

120 tahun setelah percobaan pertama, kita masih menggunakan lampu listrik dan menganggapnya tak tergantikan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi mereka tetap diam dan saling menggantikan. Pada tahun-tahun terakhir banyak negara mengeluarkan undang-undang yang akan melarang lampu pijar karena ada lampu yang lebih efisien yang memberikan jumlah cahaya yang sama namun mengkonsumsi listrik lebih sedikit.

BACA JUGA : Jual Lampion

Leave a Reply

error: Kampret!!!