Kisah Nabi Sulaiman dan Semut

Diketahui bahwa Nabi Sulaiman mempunyai istana yang sangat mewah, indah dan megah. Pasalnya istana tersebut memang dibangun bersama-sama oleh binatang, manusia dan juga jin. Tiang dan pintunya terbuat dari material emas dan tembaga, dindingnya dari batu Pualam, sementara atapnya dari perak, semua hiasan yang dipasang diukir dari mutiara, berlian, pasir, dan intan. Dan taman kerajaannya pun ditaburi berbagai macam mutiara dan material mahal lainnya. Kisah Nabi Sulaiman yang sangat menarik adalah tentang pertemuannya dengan serombongan semut. Seperti yang diketahui bahwa Nabi Sulaiman memiliki mukjizat berupa bisa berbicara dengan binatang. Suatu waktu, Nabi Sulaiman dan rombongannya hendak pergi ke lembah Asgalan. Diketahui bahwa rombongan tersebut diantaranya adalah malaikat, jin, binatang, Nabi Sulaiman beserta dengan umatnya.

Lalu di pertengahan jalan, rombongan diperintahkah untuk berhenti oleh Nabi Sulaiman. Saat rombongan bertanya kenapa harus berhenti, Nabi Sulaiman menjawab bahwa di hadapan mereka terdapat lembah semut yang didalamnya ada jutaan semut sehingga beliau memberitahukan para semut untuk berlindung supaya tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan rombongannya. Kisah Nabi Sulaiman dengan semut ini sangat terkenal. Bahkan anak-anak pun diceritakan kisah ini, baik oleh orang tuanya, guru ataupun dari berbagai buku cerita. Setelah semua rombongan semut berlindung, barulah rombongan Nabi Sulaiman melanjutkan perjalanannya kembali. Kemudian Raja semut memberikan pujian yang teramat kepada nabi Sulaiman. Sebab perintahnya tersebutlah tempat tinggal semut tidak rusak dan tidak ada semut yang mati.

Selain bisa berbicara dengan binatang, Nabi Sulaiman juga menguasai kerajaan jin. Diketahui bahwa Allah Ta’ala memberikan kekuatan yang sungguh besar kepada Nabi Sulaiman. Dimana ketika beliau memakai cincinnya, maka setan, manusia, binatang bahkan jin akan tunduk dan patuh terhadap kekuasaannya. Bahkan ada pula riwayat yang menjelaskan bahwa setan-setan diperintahkan oleh Nabi Sulaiman untuk membawa pasir, batu-batuan dan bahan bangunan lainnya untuk membangun istana dan bangunan megah lainnya. Bahkan dalam Kisah Nabi Sulaiman, diceritakan pula bahwa istana Nabi Sulaiman dibuat dengan cara bergotong-royong antara jin, manusia, dan binatang-binatang. Sangat menakjubkan bukan?

Baca Juga:  ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat?

Leave a Reply

error: Kampret!!!